Laurensius Nikolas
13 December 2023
Dalam pandangan Insan Praditya Anugrah, seorang Pengamat Politik dari FISIP Universitas Terbuka, hanya Prabowo Subianto yang dapat menghubungkan isu HAM, keadilan, dan demokrasi dengan konteks global dan kepentingan negara-negara kuat di Indonesia.
Meskipun Ganjar dan Anies, sebagai mantan kepala daerah, terlihat memahami materi-materi sektoral, terutama dalam konteks kewilayahan di Indonesia, keduanya tidak mampu seperti Prabowo yang dapat melihat keterkaitan kondisi HAM, keadilan, dan demokrasi saat ini dengan posisi Indonesia di tengah perubahan konstelasi global.
Pada keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (13/12), Insan Praditya Anugrah menyampaikan, "Ganjar dan Anies sebagai mantan kepala daerah tampak menguasai materi-materi sektoral terutama dalam konteks kewilayahan tertentu di Indonesia. Namun, keduanya tidak seperti Prabowo Subianto yang mampu melihat keterkaitan kondisi HAM, keadilan dan demokrasi saat ini dengan posisi Indonesia di tengah perubahan konstelasi global."
Khususnya dalam merespons pertanyaan terkait isu HAM di Papua, Insan menyatakan bahwa Prabowo Subianto mampu mengaitkannya dengan aspek geopolitik dan lingkungan strategis yang sedang terjadi. Menurutnya, Prabowo melihat bahwa isu pelanggaran HAM di Papua, serangan terorisme, dan keadilan masyarakat Papua dipengaruhi oleh kepentingan-kepentingan negara besar terhadap Papua, terutama karena kekayaan alamnya yang diminati oleh banyak negara.
"Prabowo menekankan pentingnya melanjutkan hal tersebut agar masyarakat kita tidak melulu dieksploitasi oleh negara-negara maju. Sementara itu, Ganjar dan Anies tampak melihat isu-isu ini lepas dari konstelasi global," ujar Insan.
Insan juga menyoroti bahwa kedua pesaing Prabowo lebih fokus pada masalah-masalah teknis pemerintahan dan prinsip demokrasi yang umum. Saat membahas demokrasi, Ganjar dan Anies lebih menekankan pada transparansi proses dan kebebasan berpendapat. Sebaliknya, Prabowo, selain setuju terhadap kebebasan berpendapat, juga menegaskan pentingnya persatuan dan kerukunan bangsa agar tidak mudah terpecah belah.
"Prabowo menekankan hal ini karena dia paham bahaya disintegrasi bangsa dapat dimanfaatkan oleh kekuatan-kekuatan dari luar yang ingin menguasai kekayaan Indonesia," tambah Insan. Dengan demikian, pandangan Prabowo yang mampu melihat isu-isu ini dalam konteks global memberikan dimensi yang lebih luas pada visinya untuk kemajuan Indonesia.
07, May, 2024
Prabowo Subianto saat ini sedang mempersiapkan diri sebelum dilantik sebagai Presiden Indonesia 2024. Dik...
Baca selengkapnya24, April, 2024
Dalam rangka merayakan Hari Raya Idul Fitri 1445 H lalu, Prabowo mengadakan Open House di kediamannya di ...
Baca selengkapnya17, April, 2024
Momen Hari Raya Idul Fitri adalah hari yang dinanti-nantikan oleh banyak orang setiap tahunnya. Selain se...
Baca selengkapnya01, April, 2024
Pada hari Rabu 20 Maret 2024 lalu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan bahwa Prabowo Gibran adal...
Baca selengkapnya12, March, 2024
Sekali lagi, Selamat Hari Perempuan Internasional untuk semua perempuan-perempuan hebat di luar sana!Tema...
Baca selengkapnyaTetap terhubung dengan gerakan kami melalui jaringan komunitas
Bakti Untuk Rakyat menggunakan cookie untuk memberi Anda pengalaman navigasi yang terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan kunjungan, kami menganggap Anda telah menerima kebijakan cookie. Pelajari lebih lanjut tentang kebijakan cookie yang kami gunakan di sini.