Kebudayaan dan Seniman Miskin Tradisi

Seniman Tradisi Adalah Pahlawan Kebudayaan, Selamatkan Kebudayaan Daerah Dari Eksploitasi tanpa disadari

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Selamat pagi Pak Prabowo, entah anda akan baca tulisan ini atau tidak, akan tetapi kami akan menceritakan fakta yang hingga saat ini masih terlepas dari kacamata tuan tuan yang terhormat dipusat Negara yang tercinta ini. Pak sepanjang hidup saya menyaksikan musim politik tahunan ini sudah berkali kali, akan tetapi belum ada diantara kandidat calon calon yang ada, tidak ada sedikitpun diantara mereka yang terhormat membahas tentang krisisnya nilai akan kebudayaan kita yang ada di daerah lokal yang kini mulai terkikis keberadaanya. monggo Pak silahkan nikmati dulu kopi dan sarapan sampean pagi ini, kami seniman yang diDesa tanpa sarapan pun harus sudah berangkat kesawah. kembali ke topik ya pak,...saya tertarik menulis ini karena mungkin andan akan baca dan mempertimbangkannya. Usaha Bapak president Jokowidodo akan kelestarian dan kemajuan Kebudayaan bangsa, lewat program progam dari pemerintah sangat layak diacungi jempol. Akan tetapi pak, bagaiman yang didaerah daerah ? memprihatinkan...! hal ini seperti cuplikan yang ada pada Naskah Kala Tidha Karya Pujangga Besar tanah Jawa Ng. Ronggowarsito, Ratune ratu utama, Patihe patih linuwih, pra nayaka tyas raharja, panekare becik-becik. Parandene tan dadi, paliyasing Kala Bendu, mandar mangkin andadra. Rubeda angrebedi, beda-beda ardaning wong sanegara. Rajanya raja utama, patihnya patih pilihan, para punggawa berhati mulia, para bawahannya baik-baik. Walau demikian tidak menjadi, penolak dari jaman Kutukan, malah makin menjadi-jadi (kerusakannya). Banyak halangan yang membuat kerepotan, dari hasrat yang berbeda-beda setiap orang seluruh negara. Yang pusat berniatan baik sementara dari pusat ke bawah kerjanya buruk, banyak terjadi ekploitasi terhadap Budaya dan kesenian tradisi yang ada didaerah. itu karena apa , karena banyak pegawai pegawai yang ada didaerah bekerja yang tidak sesuai dibidangnya bahkan Budaya dan seni itu apa mereka tidak tahu. Ya,... alhasil hal seperti ini dampaknya Eksploitasi Kebudayaan yang tanpa disadari, kesenian hanya berhenti pada panggung panggung pertunjukan, ivent Ivent cari untung lewat spj spj yang berbalut kebudayaan hanya menjadi ivent ceremonial saja. pak, persoalan kebudaayan adalah persoalan peradaban ukuranya bukan hanya pada ivent dan panggung kesenian saja, akan tetapi beradab adalah berahklak. kalau berahklak seperti dawuh Nabi agung kita Kanjeng Nabi Muhammad Saw, Innama Buistu Liutammima Makarimal Akhlak "Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.". Maka Kebudayaan tidak boleh terlepas dari pendidikan. kebudayaan jangan sampai berhenti pada kelangenan semata Kebudayaan harusnya juga progresif melahirkan ilmu dan pengetahuan berlandasan nilai nilai lokalnya, yang menuju pada Akal Budi Luhur. kalau hasinya sudah seperti itu maka hasilnya adalah LESTARINYA bUDAYA ADI LUHUNG. Tulisan ini ada, karena kami disini berharap njengan menjadi Pemimpin bukan menjadi Penguasa,... diMalang Jawa Timur ada Sinden sepuh namanya Sumik'anah, Beliau adalah Sinden Sepuh Wayang Topeng Malang yang saat ini adalah Sinden sepuh satu satunya yang ada diJawa Timur. tetapi perjuanganya menjaga kesenian tradisi tidak pernah luntur sedikitpun seprti sumpah prajurit yang setia terhadap Bangsa Dan Negaranya, hal seperti ini selalu terlepas dari kaca mata pemerintah kita yang terhormat apa lagi PEMDA, karena Sinden ini tidak se Viral Bu Waljinah penyanyi keroncong. ya inilah pak,... bangsa ini mbludak Hiburan Krisis Kesenian dan Kebudayaan. yang kami pikirkan untuk regenerasinya bukan viralnya Sinden. Seharusnya Bu Sumik'anah mempunyai tempat yang layak sehingga dapat mengajarkan Teknik sindenya ke Generasi selanjutnya. Wayang Beber yang ada dipacitan lebih tragis lagi,... wayangnya sudah berumur ratusan Tahun yang seharusnya masuk museum dan dapat dipelajari akan keberadaan juga sejarahnya.akan tetapi sampai hari ini, keberadaan yang itu entah kemana dibawa oleh oknum2 yang tidak bertanggung jawab karena untuk kepentian induvidualnya.hal ini karena tidak ada keberesan daerah akan hal ini tentang persoalan polemik Trah Dalang atau Waris. Seharusnya ada kajian secara ilmiah tapi upaya upaya seperti itu pun tidak ada. ada pun komunitas kebudayaan dari tahun 2004 sampai 2023 riset dan obserfasi juga memperjuangkan Wayang Beber( WBS Wayang Beber Sakbendino ) yang memang ahli dibidang itu malah disingkirkan karena ada beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab mempunyai kepentingan. Untuk lebih detailnya monggo pak ngopi bareng bersama kami, kami siap membahas akan hal yang seperti tidak berujung ini. Kebudayaan Adalah Benteng Terakhir Bangsa Matur Nuwun Mohon Maaf Sebeluknya Ruang Kritis 2023 Pojok Kahyangan Pacitan Jawa Timur

Terkini

Sort by