Harga Beras Mahal, Kok Masih Dicurangi Juga?

Beberapa bulan terakhir, harga besar kian meningkat. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya salah satunya adalah dengan mengintervensi kegiatan impor beras dan melakukan operasi pasar guna mengawasi harga beras.

Seharusnya dengan melimpahnya beras mampu menurunkan harga. Namun faktanya, itu tidak pernah terjadi karena masih saja ada yang berusaha untuk main curang.

Terakhir kali sempat terungkap bahwa, oknum yang disebut ‘mafia beras’ kerap kali menimbun beras Bulog yang dibandrol harga Rp 8.300 kemudian mengganti kemasannya dan menjualnya kembali dengan rata-rata harga pasar Rp 12.000. Permainan curang ini kemungkinan besar disebabkan karena kurangnya pengawasan, koordinasi, dan tanggung jawab pihak terkait.

Menurut Teman Berbakti, apa yang seharusnya pemerintah kerahkan untuk memberantas ‘mafia beras’ dan memaksimalkan pengawasan atas harga beras di pasar? Berikan opini kamu di kolom komentar yuk dan kita diskusi bersama!

Terkini

Sort by
Wahyu d.

Sangat disayangkan, negara agraris rakyatnya harus beli beras mahal. Ada apa dengan regulasinya? Pemerintah lebih tegas terhadap 'mafia'. Rakyat adalah market buat mereka 'mafia beras'

balasan

Bagoes P.

Seperti yang sama² kita ketahui,untuk perbandingan harga beras yang berada di pasaran sudah pasti disesuaikan dengan jenis beras nya yang bermacam-macam.Jadi kalau memang bisa diterapkan untuk penyeragaman harga beras dari waktu ke waktu harus terus...

balasan