Sayang sekali, tujuan Jayabaya meramalkan seorang Pininggit sudah banyak dibohongi oleh para pujangga-pujangga di surat kabar lainnya. Tujuan tersebut hanya untuk meningkatkan elektabilitas seseorang tanpa paham akan apa dampak yang dihasilkan yaitu Jaman Kala Bendhu yang tidak akan selesai.
Maka dari itu saya Hudri sebagai seorang pengamat budaya, mencoba untuk menjelaskan siapa yang dimaksud oleh Jayabaya sebagai Kesatria Pininggit sebenarnya. Jayabaya menggambarkan seorang Kesatria ini berasal dari militer dengan banyak prestasi, namun dirinya diterpa oleh banyak fitnah dan membuat dirinya harus bertapa dahulu selama beberapa waktu untuk menunjukkan kebenaran. Namun, sayang perjuangan tersebut terasa sulit karena banyak masyarakat mempercayai kebohongan yang dibuat oleh keluarga penguasa pada saat itu. Hanya saja dirinya tidak menyerah dan terus berjuang sampai masa tua-nya untuk mencapai mimpinya yaitu membawa Nusantara mencapai Kala Suba dimana masyarakat sudah merasa bahagia dan sejahtera.
Maka dari itu, apabila diartikan sekarang masih di jaman Kala Bendhu yang bisa kita lihat secara langsung para pemangku jabatan masih serakah dan dipenuhi angkara murka untuk kekuasaan. Tentu saja, seorang Satria Pininggit itu adalah Prabowo Subianto dengan memiliki rekam jejak yang sama dan memang sudah diakui untuk perjuangannya terhadap Indonesia. Bahkan para ulama dan Gusdur menyebut dirinya sebagai orang yang paling ikhlas untuk membawa Indonesia mencapai jaman Kala Suba yang berharap masyarakat dapat hidup sejahtera tanpa harus memikirkan esok akan makan dengan apa serta keadilan yang tidak hanya tajam ke bawah saja.
Prabowo Subianto juga memiliki fisik dan mental seperti Gatot Kaca, hal tersebut sudah terbukti dengan pengalamannya selama di militer dan bidang pertahanan Indonesia. Selain itu untuk fisiknya walaupun sudah tua, namun badan seorang Prajurit memiliki tulang besi dan otot kawan yang siap untuk melindungi bangsanya dari segala serangan global.
Penulis: Hudri Hudri
Penyunting Website: Luthfi Meidianto
Topik diterima: 28/05/2023
Topik disunting: 28/05/2023