Retorika Korupsi

korupsi terhadap ketahanan masyarakat dan kemiskinan

Korupsi yang terjadi di semua lapisan masyarakat dalam tingkat yang berbeda-beda, merupakan konsekuensi perilaku kekuasaan dan keserakahan dalam konteks pemerintahan yang tidak memadai. Tanpa adanya buku aturan atau rumusan yang harus dipatuhi, korupsi bersifat terselubung, bersifat oportunistik, dan sangat bergantung pada dominasi dan ketakutan dalam aturan yang tidak tertulis dan tidak terucapkan. Oleh karena itu, tidak dapat dipungkiri bahwa praktik korupsi tidak mudah dijelaskan secara ilmiah. Sebaliknya, penyelidikan mengenai dampaknya terhadap masyarakat miskin harus dilakukan secara ad hoc dan dikumpulkan dari sumber-sumber publikasi yang relatif sedikit dan tersedia seiring berjalannya waktu. Untuk keperluan penilaian mengenai dampak sosial terhadap ketahanan dan kemiskinan, telah dikumpulkan intisari dari berbagai metode dan dampaknya yang luas; Seperti halnya korupsi itu sendiri, prosedur yang dilakukan bersifat mengelak dan tidak mudah untuk diteliti secara formal. Literatur mengenai dampak sosial dari korupsi masih terbatas, dan analisis definitif mengenai korupsi dan dampak sosialnya belum dapat dilakukan secara praktis. Kontribusi singkat ini mencerminkan penyelidikan awal mengenai dampak sosial dari praktik korupsi terhadap kelompok masyarakat miskin, di mana dan kapan literatur yang dapat diakses telah tersedia

Recent

Sort by