Email is missing from your social media permissions. Please, use another sign up method to create account.
Account is no longer available.
The email must be a valid email address.
or
GDPR
We collect specific data from you directly, such as personal information you give us when you complete a form and data about your participation and activity on the platform. If you want to know more, you can read our Privacy Policy here.
Accept to continue
You have to check the agreement before sending it or close this window.
Mengapa masih banyak yang menganggap Prabowo seperti “produk instan”?
Prabowo kecil memang dilahirkan dari keluarga yan berkecukupan namun bukan berarti dirinya hidup bermanja-manja dalam harta. Hal ini dibuktikan melalui cerita Prabowo tentang didikan sang ayah yang menuntutnya untuk mandiri terutama ketika harus menempuh pendidikan sebagai minoritas di negeri orang.
Ia mungkin tidak pernah membayangkan dirinya akan jadi sebesar ini. Karena keserdahanaan cita-citanya begitu nyata terutama ketika dirinya memutuskan untuk mengabdi pada negara melalui militer, seperti kedua pamannya yang gugur dalam perjuangan untuk kemerdekaan bangsa.
Setelah tergabung dalam TNI, Prabowo juga melalui proses panjang dan menyakitkan. Dirinya berkali-kali mempertaruhkan nyawa dan bertarung di lapangan kendati stigma masyarakat soal “pangkat tinggi” yang enggan turun kaki. Tapi Prabowo membuktikan bahwa berporses adalah tentang pengorbanan dan perjuangan.
Setelah menyelesaikan karir militernya, proses masuk ke dunia politik juga bukan suatu hal yang instan untuk Prabowo. Jatuh bangun, dikhianati, dan kalah adalah proses yang tidak mudah diterima, tapi karena nilai-nilai pengabdian itu sudah jadi karakteristik Prabowo, bukan sebuah hal yang sulit baginya untuk bangkit kembali.
Dukungan besar rakyat saat ini jadi bukti bahwa Prabowo berporses dan bukan sosok negarawan instan. Ia berhasil bangkit lagi dari kejatuhan dan berdamai dengan keadaan demi menjadikan Indonesia yang satu.
Bahkan dari Prabowo kita belajar tentang persatuan dan tentramnya hidup berpolitik satu poros, bukan?
Jadi, menyimpulkan Prabowo yang hidup serba instan adalah kerangka berpikir sumbu pendek yang mungkin hanya terlihat dari permukaannya saja. Bagi kita yang setia dan senantiasa memahami perjuangannya, pasti paham betul faktanya kan, Teman Berbakti? Sebarkan terus nilai-nilai positif Prabowo yuk dan lawan pemberitaan negatif dengan santai dan sopan
Email is missing from your social media permissions. Please, use another sign up method to create account.
Account is no longer available.
The email must be a valid email address.
or
GDPR
We collect specific data from you directly, such as personal information you give us when you complete a form and data about your participation and activity on the platform. If you want to know more, you can read our Privacy Policy here.
Stay connected to our cause by joining our community
Bakti Untuk Rakyat use cookies to give you a better navigation experience on our site. As soon as you continue the tour, we assume you accept the cookies policy. Learn more about the cookie policy we use here.